Indosat Indosat Indosat

Kepsek SDN Pamarican 2 Kota Serang Curhat: Sekolah Tiap Tahun Kebanjiran, Belajar Sering Terganggu

Indosat

Serang Update – Aktivitas belajar di SDN Pamarican 2 Kota Serang kembali lumpuh akibat banjir yang merendam sekolah setiap musim hujan. Kepala Sekolah, Subhi, mengungkapkan keluhannya karena masalah tersebut sudah terjadi setiap tahun tanpa penanganan yang tuntas.

RRI.co.id - Terendam Banjir, SD Pamarican 2 Akan Terapkan Belajar Daring
Kepsek SDN Pamarican 2 Kota Serang Curhat: Sekolah Tiap Tahun Kebanjiran, Belajar Sering Terganggu

Banjir Kembali Rendam Sekolah, Aktivitas Belajar Terhenti

Banjir terbaru yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) membuat seluruh area sekolah di Jalan Vihara–Karangantu, Kota Serang, terendam air. Sejumlah ruang kelas bahkan masih tergenang hingga siang hari.
“Air masih masuk ke beberapa ruangan, jadi tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar-mengajar. Hari ini tidak ada satu pun murid yang masuk,” kata Subhi saat ditemui di lokasi.

Indosat

Menurutnya, hanya guru dan tenaga kependidikan yang tetap datang ke sekolah untuk memantau kondisi dan menyelamatkan dokumen serta peralatan yang masih bisa diselamatkan.

Baca Juga : Disdik Banten Investigasi Kasus Pelecehan di SMAN 4 Kota Serang


Masalah Tahunan yang Tak Kunjung Usai

Subhi menjelaskan bahwa banjir sudah menjadi langganan tahunan bagi sekolahnya. Setiap musim hujan, curah air yang tinggi menyebabkan halaman sekolah berubah menjadi genangan besar, bahkan air sering masuk ke ruang kelas dan ruang guru.
“Ini bukan pertama kali, hampir setiap tahun seperti ini. Kami sudah sering melaporkan kondisi ini, tapi sampai sekarang belum ada solusi permanen,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia berharap pemerintah kota dapat melakukan langkah konkret, seperti peninggian drainase atau perbaikan saluran air di sekitar sekolah. “Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa khawatir banjir datang lagi,” tambahnya.


Belajar Daring Jadi Alternatif Sementara

Selama banjir belum surut, pihak sekolah berencana mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring agar proses pembelajaran tetap berjalan. Namun, Subhi mengakui hal itu tidak ideal karena keterbatasan fasilitas dan jaringan internet sebagian siswa.
“Kalau situasi belum memungkinkan, kami arahkan guru untuk memberi tugas lewat grup WhatsApp. Tapi tentu tidak seefektif belajar tatap muka,” jelasnya.


Banjir di kawasan Pamarican bukan hanya berdampak pada SDN Pamarican 2, tetapi juga pada permukiman warga sekitar. Masyarakat berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan klasik yang terus mengganggu kegiatan pendidikan di wilayah tersebut.

Indosat