Serang – Dosen Untirta Ditabrak Kabar duka datang dari Kota Serang, Banten, pada Senin pagi, 8 Desember 2025. Seorang dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Dr. H. Aditya Rahman, berusia 42 tahun, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan tragis dengan sebuah truk di Jalan Raya Serang-Cilegon. Dr. Aditya, yang dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap masyarakat kecil, langsung mendapat sorotan publik karena ketulusannya dalam mengabdikan diri, baik di dunia pendidikan maupun dalam berbagai kegiatan sosial.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, saat Dr. Aditya sedang mengendarai sepeda motor menuju kampus Untirta. Belum jelas bagaimana persisnya kejadian itu terjadi, namun berdasarkan saksi mata, truk yang melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh Dr. Aditya, menyebabkan ia terlempar dan tertimpa badan truk tersebut.
Kronologi Kecelakaan
Akibat benturan keras tersebut, Dr. Aditya terjatuh ke badan jalan dan langsung tertimpa bagian belakang truk.
Kapolres Serang, AKBP Rudi Hartono, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa pengemudi truk yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. “Kami sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk apakah ada kelalaian dari pihak pengemudi truk yang menyebabkan kejadian tragis ini,” ujarnya.
baca Juga : ASN Serang Siaga, Bupati Larang Libur Nataru
Sosok Dr. Aditya Rahman: Dosen yang Peduli dengan Wong Cilik
Selain mengajar di Fakultas Ekonomi Untirta, ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, terutama yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di sekitar Kota Serang.
Setiap tahun, ia secara pribadi memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi namun berasal dari keluarga miskin, agar mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya. Selain itu, ia juga terlibat dalam beberapa kegiatan pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat desa di sekitar Serang.
“Dr. Aditya itu luar biasa. Beliau tidak hanya mengajar dengan serius, tetapi juga peduli dengan kondisi sosial mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Di luar dunia akademik, Dr. Aditya aktif dalam berbagai organisasi kemanusiaan dan sering terlibat dalam program-program sosial yang menyasar masyarakat marginal.
“Beliau selalu memotivasi kami untuk peduli dengan orang lain, terutama mereka yang tidak beruntung. Banyak kegiatan sosial yang beliau lakukan tanpa menginginkan publisitas.
Kenangan di Kalangan Mahasiswa
Kecintaannya pada dunia pendidikan membuatnya selalu memberikan perhatian lebih kepada mahasiswa, khususnya yang kesulitan dalam materi perkuliahan maupun masalah pribadi.
“Dr. Aditya selalu memberikan motivasi dan semangat kepada kami, terutama yang sedang kesulitan. Beliau tidak hanya mengajar teori, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga,” ujar Rina, salah seorang mahasiswi yang pernah menjadi asisten dosen Dr. Aditya.
Ia dikenal memiliki cara pengajaran yang sederhana namun efektif. Meskipun memiliki segudang aktivitas, Dr. Aditya selalu menyempatkan diri untuk mendiskusikan topik-topik ekonomi dengan mahasiswa di luar jam kuliah. Baginya, pendidikan bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana mendidik karakter mahasiswa untuk lebih peduli terhadap sesama.
Reaksi Masyarakat dan Dunia Pendidikan
Kabar meninggalnya Dr. Aditya Rahman mengundang rasa duka yang mendalam dari banyak pihak. Tidak hanya di kalangan civitas akademika Untirta, tetapi juga di masyarakat umum, terutama mereka yang pernah berinteraksi dengan sosoknya.
Rektor Untirta, Prof. Dr. Budi Santosa, mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Dr. Aditya. “Kami sangat kehilangan sosok beliau.
Keluarga besar Untirta berduka cita yang mendalam dan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya melalui pernyataan resmi.
Di media sosial, banyak mahasiswa dan kolega yang mengenang jasa-jasanya. Beberapa di antaranya bahkan mengadakan kampanye untuk mengenang kepedulian Dr. Aditya dalam bentuk donasi beasiswa bagi anak-anak kurang mampu, sebagai wujud penghormatan kepada warisan sosial yang telah ia bangun.
Potret Tragedi: Kecelakaan yang Menggugah Kesadaran
Kecelakaan yang merenggut nyawa Dr. Aditya bukan hanya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, teman, dan dunia pendidikan, tetapi juga menjadi peringatan bagi pentingnya keselamatan di jalan. Kecelakaan yang melibatkan truk besar ini membuka mata banyak pihak tentang betapa pentingnya pengawasan lalu lintas, terutama terkait dengan pengemudi truk yang seringkali melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak mematuhi rambu-rambu keselamatan.
Pihak kepolisian setempat berjanji akan meningkatkan patroli dan pengawasan terhadap truk-truk besar yang melintas di jalan raya Serang-Cilegon, guna mengurangi potensi kecelakaan serupa yang dapat merugikan nyawa banyak orang. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan besar, termasuk truk, untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan,” ujar Kapolres Serang, AKBP Rudi Hartono.
Harapan bagi Masyarakat
Kecelakaan ini juga menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan berlalu lintas, baik bagi pengendara motor, mobil, maupun truk. Sebagai masyarakat, kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga keselamatan di jalan demi mencegah terjadinya kecelakaan yang merugikan.
Kepeduliannya terhadap sesama akan terus menjadi teladan bagi generasi mendatang, khususnya bagi mahasiswa yang pernah belajar dan mendapatkan inspirasi darinya.

















